Health

Waspada! Minuman Berwarna Bisa Tingkatkan Risiko Gagal ginjal

Kalau diumpamakan mencuci piring kotor tadi, maka jumlah air putihnya kan harus cukup, misalnya 60 kg ya kalikan dengan 40, berarti 2400 CC, cicil aja dalam 24 jam...

Jakarta (KABARIN) - Dokter Umum Rumah Sakit Prikasih, Fatmawati, Jakarta Selatan, Gia Pratama, mengingatkan bahaya konsumsi minuman berwarna yang berlebihan karena bisa meningkatkan risiko gagal ginjal. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya kasus gagal ginjal kronis di Indonesia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementerian Kesehatan tahun 2023, jumlah penderita gagal ginjal kronis di Tanah Air mencapai 638.178 jiwa. Angka tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan ini semakin serius dan perlu diwaspadai sejak dini, terutama oleh anak muda.

Gia mengibaratkan fungsi ginjal seperti mencuci piring. Air yang jernih tentu lebih mudah membersihkan dibandingkan cairan berwarna atau lengket.

"Sekarang kalau diumpamakan, kalian lebih suka cuci piring pakai air jernih, air putih, atau air berwarna? Air putih, kan? Kalau kita pakai Coca-Cola atau minuman bersoda itu kan lengket, jadi sebal kan? Ginjal itu kalau bisa diumpamakan ya seperti mencuci piring kotor itu. Kalau sudah berwarna (air yang dimasukkan dalam tubuh), terus jumlahnya sedikit, menyiksa banget, akhirnya dia capek, jadi 'Ah bodo amat, ngapain aku nyuci piring?' itulah yang kemudian disebut gagal ginjal," kata Gia di Jakarta pada Selasa.

Ia menjelaskan, kasus gagal ginjal kronis stadium 5 yang dialami anak muda sebagian besar dipicu oleh gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, serta gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu kebiasaan yang sering jadi pemicunya adalah konsumsi minuman berpemanis dan berwarna secara berlebihan.

"Pasienku itu 30 persen karena gula darah tinggi, 30 persen karena tekanan darah tinggi, 40 persen karena gaya hidup yang macam-macam (tidak sehat)," ucapnya.

Untuk menjaga kesehatan ginjal, Gia menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan air putih setiap hari. Ia menyebut takaran ideal konsumsi air putih adalah 40 cc per kilogram berat badan per hari.

"Kalau diumpamakan mencuci piring kotor tadi, maka jumlah air putihnya kan harus cukup, misalnya 60 kg ya kalikan dengan 40, berarti 2400 CC, cicil aja dalam 24 jam, maka happy (senang) deh ginjalnya, siul-siul nyuci darahnya," ucap Gia.

Selain itu, Gia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya bagi kamu yang berusia 35 tahun ke atas. Cek kesehatan setidaknya setahun sekali dinilai penting sebagai langkah pencegahan.

"Pasien itu seringkali hanya datang ke rumah sakit kalau sudah parah, periksa gula darah enggak pernah, periksa tekanan darah juga jarang, padahal itu penting karena kalau ada yang kurang bisa langsung diperbaiki sebelum berantakan ke depannya. Kalau sudah sadar tekanan atau gula darah tinggi, minumnya dicukupkan, gula-gulanya mulai dikurangi, garam-garamnya juga mulai dikurangi," tutur Gia.

Dengan membatasi minuman berwarna, memperbanyak air putih, serta rutin cek kesehatan, risiko gagal ginjal bisa ditekan sejak dini.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: